Rencana Belajar Tatap Muka Semester 2
Tidak terasa pembelajaran di tahun ajaran 2020/2021 hampir memasuki tahapan setengah semester. Itu artinya, semua siswa sudah bersekolah di rumah selama 6 bulan lamanya. Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, membuat semua harus bisa beradaptasi untuk menyikapinya. Begitu pula dengan dunia pendidikan.
Khusus di Sekolah Islam Permata Hati adaptasi sudah mulai kita lakukan mulai bulan Maret 2020 dengan cara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PJJ dilaksanakan dengan berbagai variasi pembelajaran diantaranya pemberian tugas memalui WA, Sistem Modular, Visitasi ke rumah, dan penggunaan aplikasi pembelajaran lainnya. Namun itu semua ternyata tetap tidak mampu menggantikan sistem pembelajaran dengan cara Tatap Muka. Transfer pengetahuan, transfer perilaku dan pembiasaan ternyata harus tetap menghadirkan guru di depan murid-murid, agar hasil menjadi maksimal.
Secercah harapan muncul, yaitu dengan adanya kabar bahwa vaksin untuk covid-19 sudah ditemukan dan sudah menjalani berbagai macam uji coba untuk digunakan oleh manusia. Kemudian menyusul juga info bahwa zona di kabupaten Tangerang berangsur membaik dari merah menjadi orange yang menandakan keadaan sudah mulai membaik. Mudah-mudahan hal ini akan bertahan dan bergerak menjadi lebih baik lagi. Aamiin.
Pemerintahpun melalui SKB empat menteri sudah mengeluarkan sinyal hijau untuk pembelajaran tatap muka di semester depan, walaupun keputusannya di kembalikan kepada daerah masing-masing. Mudah-mudahan, pemerintah daerah kabupaten Tangerang dapat mengambil keputusan yang terbaik dan tentu saja landasan dasarnya adalah keselamatan masyarakat yang hidup di Kabupaten Tangerang.
Sambil menunggu keputusan Pemerintah Daerah, Sekolah Islam Permata hati merespon hal ini dengan berbagai macam tindakan, yaitu:
Kesiapan seluruh dewan guru dan staf yang ada tentang bagaimana pengetahuan tentang covid-19, protokol yang harus dilakukan di sekolah, rumah dan tempat umum. Sarana dan prasarana sekolah juga kita siapkan mulai dari pemasangan tempat cuci tangan dan sabunnya, thermometer, alat semprot desinfektan, masker untuk dewan guru dan cadangan bagi siswa. Pengaturan untuk jaga jarak baik di kelas atau di lingkungan sekolah, dan sarana dan prasarana lain yang menunjang untuk penerapan protokol kesehatan.
Dalam hal pembelajaran juga akan diatur, waktu maksimal belajar tatap muka yaitu hanya 4 JP dan satu JP hanya 30 menit. Jadi siswa hanya mendapatkan waktu belajar di sekolah maksimal 2 jam, juga jumlah maksimal siswa di kelas hanya 50 % kapasitas kelas. Artinya, apabila dalam satu kelas murid berjumlah 20 anak, maka dalam satu kali pembelajaran di kelas maksimal hanya 10 anak saja. Kemudian teknis siswa masuk apakah setiap hari masuk dengan sistem Shift, misalnya shift 1 dari jam 07:00 – 09:00 dan shift 2 dari jam 10:00- 12:00 atau dengan cara ganjil genap artinya siswa dengan nomer absen ganjil masuk di senin maka siswa nomor absen genap belajar di rumah, selasa siswa nomor absen genap masuk nomor absen ganjil belajar di rumah.
Paling penting adalah kerjasama yang baik antara orang tua dan guru, yaitu memastikan tidak terjadinya penumpukan ketika mengantar, menjemput dan menunggu anaknya di sekolah. Komitmen bersama antara orang tua dan guru untuk memfasilitasi pembelajaran tatap muka ataupun aktivitas diluar sekolah, khususnya di rumah untuk tetap memenuhi aturan protokol kesehatan harus dilaksanakan. Contoh utama adalah memberikan kepercayaan proses belajar mengajar sepenuhnya kepada guru dan tidak perlu ditunggu di sekolah.
Namun keputusan akhir dari apakah anak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah adalah tetap adanya izin dari orang tua murid apabila nanti kegiatan sudah boleh secara tatap muka. Dalam hal ini sekolah akan mengembalikan keputusan akhir kepada orang tua murid masing-masing.
Permata Hati berkomitmen apapun keputusan yang di ambil oleh orang tua murid, maka pelayanan pendidikan dari sekolah akan maksimal diberikan. Bagi orang tua murid yang mengizinkan, kita siapkan semua protokol kesehatan dan tata caranya. Bagi orang tua murid yang masih ragu, kami tetap kan memberikan pembelajaran dengan daring dengan berbagai variasi.
Akhirnya marilah kita berdoa kepada Allah agar wabah ini dapat berlalu. Setelah berdoa marilah kita berikhtiar agar kita dapat selamat dari wabah ini dengan cara mematuhi protokol kesehatan yang ada. Jangan lengah dan jangan kendor. Semoga keadaan manjadi lebh baik, ambil hikmah dari setiap keadaan yang Allah berikan.
Muhasor, S.HI, S.Pd.
Kepala Sekolah SD Islam Permata Hati
Tags:Dimensi Lengkap Pendidikan Anak Membangun Generasi Unggul Indonesia Sekolah Islam Permata Hati Sekolah Islam Permata Hati Tangerang Setiap Anak Telahir Jenius



