Respon SD Islam Permata Hati Terhadap Pandemi Covid-19
Tahun ajaran 2020-2021 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Pada awal bulan Februari 2019, pandemi Covid 19, mulai melanda. Guru, orang tua dan murid, harus beradaptasi dengan situasi sama sekali baru, yang belum pernah dialami sebelumnya.
Seluruh siswa dan guru harus libur dan belajar dari rumah selama waktu yang sangat panjang. Sampai tulisan ini dibuat, sudah 9 bulan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.
Para ahli pendidikan tersentak, guru guru bingung, murid kehilangan sosok guru, orang tua bertambah beban tugasnya di rumah. Berbagai teori – teori dikeluarkan untuk menghadapi masalah ini yang kesemua teori tersebut baru sekedar teori dan belum pernah diuji dan dipraktekkan.
Dalam situasi yang demikian maka diperlukan penyesuaian diri dari setiap lembaga pendidikan. Perlu respon cepat untuk menghadapi masalah ini di lingkungan sekolah. Tidak terkecuali Sekolah Dasar Islam Permata Hati – Tangerang.
Respon SD Islam Permata Hati, pertama-tama adalah mengikuti arahan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ), penyederhanaan kurikulum, variasi kegiatan yang menyenangkan kepada murid. Dan untuk guru, dilakukan peningkatan penguasaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK), kemampuan Bahasa Inggris dan Tahfidz.
a. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Pada awal masa pandemi, Sekolah Dasar Islam Permata Hati Tangerang langsung mengambil langkah pencegahan penularan wabah Covid 19 dengan mengikuti aturan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yaitu pembelajaran diselenggarakan dengan sistem jarak jauh. Tidak ada pembelajaran sistem tatap muka di sekolah. Tujuannya adalah mencegah terjadinya cluster penyebaran baru Covid 19 yaitu cluster pendidikan.
b. Penyederhanaan Kurikulum
Dengan pelaksanaan PJJ, kami memandang bahwa ketika pendidikan dilakukan tanpa seorang guru yang hadir maka hasilnya akan tidak maksimal. Tidak mungkin mengejar target kurikulum yang di buat dalam keadaan normal (sistem tatap muka).
Seluruh dewan guru melakukan penyederhanaan kurikulum dengan memilih dan memilah kompetensi dasar (KD) mana yang sangat penting dan relevan di berikan di masa pandemic. Jadi siswa belajar dengan sistem jarak jauh dengan materi yang sudah dipilih, yaitu materi yang sangat penting dan relevan dengan keadaan.
c. Pertemuan dan Penyiapan Orang Tua Murid terkait PJJ
Peran orang tua sangat sentral dalam pendidikan PJJ. Karenanya rapat awal tahun kepada orang tua kelas 1, tetap diadakan, dengan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya, agar orang tua mengenal gurunya, dan selanjutnya memudahkan komunikasi.
Semua guru kelas mengaktifkan wa group dengan orang tua, agar semua informasi tentang materi pembelajaran, tersampaikan dengan baik ke orang tua. Dan jika ada yang tidak mengerti, dapat ditanyakan langsung ke guru.
d. Variasi Kegiatan yang Menyenangkan Murid, Orangtua dan Guru
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dirasa sangat kurang maksimal, oleh karena itu dewan guru melakukan berbagai variasi dalam kegiatannya untuk mencegah kebosanan dan kejenuhan pada peserta didik diantaranya yaitu penggunaan berbagai macam aplikasi pembelajaran (WA, Zoom Meating, Video Call, Voicenote, Google Form, video tutorial, dll), pengurangan jam belajar sistem PJJ, sistem Modular, visitasi ke rumah, belajar tambahan di sekolah (bagi yang terkendala sarana dan prasarana). Juga kemudahan dalam hal pemberian tugas, soal dan keleluasaan pengiriman tugas.
Semua variasi ini dilakukan secara terarah dengan dipandu guru kelas dan juga kepala sekolah untuk memastikan kegiatan sesuai dengan yang di harapkan dan berjalan dengan baik.
e. Peningkatan Komptensi Tenaga Pendidikan dalam hal TIK dan Bahasa Inggris.
Waktu mengajar yang lebih singkat dengan sistem PJJ membuka peluang dewan guru untuk meningkatkan kemampuan yaitu pelatihan kemampuan tahfidz setiap hari Senin selama satu jam, pelatihan bahasa Inggris setiap hari Selasa selama satu jam, dan pelatihan TIK setiap hari Kamis selama satu jam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dan sekaligus bersiap diri ketika pembelajaran sudah dilakukan secara tatap muka.
Sebagai bagian akhir dari tulisan ini marilah kita berdoa kepada AllH SWT yang memiliki alam dan pencipta segala macam wabah penyakit untuk segera mengangkat wabah ini dari bumi tercinta. Semoga seluruh umat manusia dapat melaksanakan semua aktifitas dengan normal kembali.
Sekolah Dasar (SD) Islam Permata Hati, insya Allah, tetap memberikan pelayan yang maksimal di tengah wabah covid 19 ini dan juga senantiasa berubah untuk kemajuan sekolah dan para siswa.
“Dalam keadaan sulit maka orang yang berdoa dan berusahalah yang dapat keluar dari kesulitan. Pada masa Pandemi Covid 19 maka orang yang dapat dengan cepat menyesuaikan dirilah yang akan selamat.”
Muhasor, S.HI, S.Pd.
Kepala Sekolah SD Islam Permata Hati
Tags:Events Sekolah Dasar




